Jumat, 14 November 2014

BTS

Hello!!!
anyway, Happy Birthday to me, hehe.
i got nothing but love, lots of happiness. thank you anyway! (esp, my mom!!)

jadi ceritanya, gue mau ngepost soal BTS pas bgt sama ulang tahun gue lusa lalu. tetapi karena kesalahan teknis yang terjadi saat ulang tahun gue (HUHU), akhirnya, ke post semuanya hari ini deh but gapapa ya hahahaha

so, i dont care and i dont want to tell you about what is going on my birthday but i want to tell you about something that happen for a three or what so ever ago.

BTS. a.k.a Buku Tahunan Sekolah.
anyway, gue panitia bts untuk angkatan gue dan hemmmmmm ah sudahlah, terlalu panjang untuk cerita disini

So, it started  from 05:30. gue udah didepan Cibubur Junction which is, ya tujuan kelas gue sih ke bogor (Desa Cicadas) AND I FOUND OUT THAT GUE KETEMU SAMA EKI YANG NAEK MOTOR KENCENG BAAAT.
HEFT. gue berasa ketemu sama artis korea taugak. heft bgt.

so, udah ketemu sama miranthi and we, let's go. sudah ketemu sama mobilnya bayu semua.

diperjalanan, gue sama miranthi banyak obrolan, which was gak jauh jauh dari seputar dua kegiatan yang mendekat dan Alhamdulillah segera berakhir pada minggu ini. dan tiba-tiba..............

"mir, ini udah km 35"

such a fool, kita berdua diem aja.

dan ternyata bener dugaan gue, kita udah masuk tol sentul. seharusnya kita berhenti di rest area km 35 bogor. mau dikata apa, kita harus nunggu 4 atau 5 mobil dibelakang yang terlihat masih jauh dari perkiraan gue dan miranthi.

gue panik. belom beli pulsa, sama sekali. so, gue adalah orang yang akan dihubungi oleh pihak Creativision untuk buku tahunan sekolah, kali ini. buat kelas gue, terutama.

"mir, cari indomaret"
"mir. ini bellanova?"
"kok bellanova jauh ya mir? eh gua baru tau log ini bellanova"

miranthi, hanya berbicara apa yang gak nyambung dari obrolan gue #APAANSI

*seketika gue teringat orang yang waktu itu hampir mengajak gue main ke bellanova and he said that bellanova itu deket dan gue mengiyakan, kampret banget tuh orang, sumpah.*

seketika beberapa lama, gue sama miranthi udah dapet feel untuk ngebopung. parah gak tuh? keren gak tuh? dan akhirnya..............


"mut foto biar pada percaya"


sentul di pagi hari


and as it goes, ceritanya kita udah ketemu sama forografer nya, mas ridwan.

and as it goes, too. kita sudah sampe di tempat. Kampung desa cicadas, Kabupaten Bogor.

gue langsung cerita dari foto aja ya because gue aga gasuka cerita yang bertele-tele karena ini bukan cerpen dan sebagainya.




gak semuanya




bersama Ahmad Athoillah Sakandariy Azzakkiyy




bersama Fitri Rahayu dan Athoillah


"mut coba, airnya hangat"
"lah iyaa!!!! malah panas"

*temen -temen dibelakang foto ini*

eki "CIEEEE"
"bilang aja lo iri ama athoy kan ki HAHAHA"



Dwi Rahayu and Shahara Megawasha.
dua teman yang muslimah dan selalu mengingatkan 
tentang Allah.
#semuanyajugangebuatgueingetsamaAllahkoq


SO SAD. gue baru bagnet main di kali sebentar
udah di basahin begini.
ini belum foto bts loh, anyway.
selagi punya kenangan dan indah,
kenapa gak di ceritain ke orang lain?


Eka Nuramaliya - M Bayu Saputro - Fitri Rahayu - M Ichsan W

4 dari 26 teman yang agak boyot.


oh, lovely.
Hilma Ulumia - M Jacka Aulia - Shinta Rizkia - Fakhira R S - M Thoriq Sunu
mereka yang foto pertama kali and it was so funny



"ki, kaya hutan amazon, ya?"
"yeee, kaya udah kesana aja lo"
*melanjutkan perjalanan*
you may check my instagram


SEMANGAT YA!! jangan sampe jatuh :3


Sentul di pagi hari


gue nya photobombing banget gak sih haha
aduh, saya kangen kali ini.


i love when see this things.
mereka terlihat bahagia.


my three glorious jipon.
Shinta Rizkia - Shahara Megawasha - Eka Nuramaliya
temen agama.
temen gosip.
pas!


bersama mas Ridwan dan Asistennya.


bersama Shahara Megawasha.
 i have no words for describe this girl
because we're just like sister-in-law
suka banget main berdua, mainnya ke carrefour.
suka banget mengkhayal bareng
dan sama-sama memiliki kelemahan yang sangat amat
disgusting
HAHAHA, love you as always, Sha!!



gak ngerti mau kasih caption apa.


Selamat pagi!!! briefing dulu yuk!



see? bayu cem awowo malaysia. yeep. he's got his accidental.
anyway, properti yang mereka pake difoto, itu punya warga. bukan punya anak kelas gue.



i love my happiness.


Firman Sadewo Priatmadji.
cowo paling kecil diantara 9 cowo dikelas.
cowo yang dulu anti di foto sampe sampe
dia bertransformasi dan bergaya seperti foto diatas
no words for describe this boy because
he is cute as kitty, puppy, or anak monyet di wallpaper hp gue
wkwkwkwk
banyak yang bilang, cowo ini ganteng
well they said, 
dia itu gak ganteng, tapi manis.
EAA 
if you read this, please do not ever ge-er ya, firman.



Aulia P Aji - M Ichsan W - Ahmad Athoillah - Annisa Asti - Firman Sadewo - Fakhira RS - Sella Syafira - Dwi Rahayu 


dari semua foto, jujur gue senyum kalo liat foto ini
senyum nya pada ikhlas semua, (KECUALI YOYO!)

M Bayu Saputro - M Rizky M - Aulia P Aji - Sella Syafira - Hilman Nur M - Annisa Asti


I love this photo, much!


selfie setelah diciprat2in.
gue - Ahmad Athoillah - Fitri Rahayu - Annisa Asti



i love nature as (something i want to write but it's kinda rude)


bersama mas ridwan dan asistennya


Fakhira Rif'at Savitri
si boyot
a good friend for three years.
a good listener. a good woman. a cruelest friend.
a beautiful mother (when she's act like a mom)
a good friend that always completely my imagination
but there is one thing,
she is strong.
no words deh buat dia.


ini juga gak kalah lucunya. mereka niup tapi gak ada balon balon(?)
Firman Sadewo - Cut Ulfhiyanti - Eka Nuramaliya - Fitri Rahayu - Fairuz Salsabila


another shoot


M Ichsan Widitomo - Hilman Nur Muhamad


anyway, i love whenever i see boys with a freak face.
mereka lucu sekali

Azzam Fasha - M Jacka Aulia - M Thoriq Sunu - M Rizky M


my "Tiga Pejantan Tangguh" yang agak sedikit homo



nah, kalo ceritain dua orang ini agak panjang.
well, they're at least 6 years to be in the same school
since middle school
ada aja yang mereka ketawain.
yang satu suka ngoceh, yang satu suka tidur
yang satu demen bokep, yang satu demen get rich
perbedaan, persamaan
yang satu demen goyang, yang satu demen dzikir (man 2'26, if you know what i mean)
mereka itu kaya moodbooster nya anak kelas
ada mereka, kadang terganggu
gak ada mereka, kadang sepi
i present you,
M Jacka Aulia dan Miftah Arif Maulana



Another bahagia photo 
mamang eka - M Rizky M - M Ichsan W - Ahmad Athoillah - M Bayu S



mendengarkan Arahan dari mas Ridwan


behind the scenes!


"mir, kayaknya kelas kita suka banget sama alam ya?"
"ini kedua kali nya kelas kita jalan-jalan"
"waktu itu mau buat "pengamen jalanan" which was, bocah kampung."
"sekarang, kita foto bts di alam dan pake tema bocah kampung"
lalu kami tersenyum



Thank you
Thank you
Thank you
for all of your time for being a good friend
for being a good enemy 
for being a good listener
for filling this 3 years wonderfully
i might be tired of saying thank you because
we make our happiness because

happiness is not finding or stealing from someone,
happiness is making.
and we make our happiness,

beautifully.
and people may not even know how to feel our happiness because
they just see. not feel, like us.

Thank you, for being there.

Ipang Lazuardi - Sahabat Kecil

- Mutia Novianti -


Rabu, 12 November 2014

Untitled

We're gonna lose people in our life
And no matter what,
We can not push them to stay in our life because we won't get the feel of "losing meaning people".right
But,
The life chooses us to feel that the way it is
The life chooses us to met people at the past
The life chooses us to find or meet people at the future
We can not push them to leave in our life EVEN IF the life chooses us to be with them for the rest of our lives.
And all of that thing in this world is not as much as your wish
This is the real life.
And, life isn't fair for some circumstances, dude.
Have a sweet birth day,
For my self.
Thank you, mom. I would never forget what you've did today.
And I would do everything to repay what you've done to me even if it is not repay all of them.
Thank you, dad. For being my first hero for this 17 years and you will be my hero even if I have a husband and my child at the future. And I would never forget what you've said to me.
Thank you, voldemort. For being a freaking little sister for this years and seems like we're getting old and we're getting closer, so ewh.
Thank you, friends.
A lot of smiles, tears had turned out of this day and thank you for all of people that made me that.
I have no words again for describe this day.
N o w o r d s .

Senin, 10 November 2014

Penutupan

Assalamu’alaikum
For this beginning, or what or what so ever (apaansih) gue Cuma mau berucap,

Alhamdulillah, because of what?

Hari ini diperingati Hari Pahlawan dan acara Serah Terima Jabatan (dan juga, Art Corner)
Kayaknya semuanya toh sudah pada tau fungsinya Hari Pahlawan toh apa. Untuk mengingat jasa Pahlawan terdahulu karena bangsa yang baik adalah bangsa yang (selalu) mengingat (dan juga melanjutkan tugas pahlawan terdahulu) jasa pahlawannya.

So, it feels like

Saya menemukan 40 orang Pahlawan baru untuk melanjutkan cita-cita saya. Cita-cita teman-teman saya. Cita-cita para dimisioner. Cita-cita, keinginan, dan seluruh gerakan-gerakan (gilak) yang akan mereka lanjutkan.

Saya menemukan 40 orang Pahlawan baru untuk menciptakan sebuah kekreatifisan yang akan mereka cipta nantinya. In case, I don’t know when. But it feels like, saya (dan seluruh dimisioner) yakin bahwa mereka bisa melebihi dari apa yang pernah kita capai, di masa lalu.

Saya menemukan 40 orang Pahlawan baru untuk dijadikan panutan  bagi orang-orang sekitar mereka. Orang-orang yang rela turun ke lapangan demi jalannya sebuah acara yang mereka buat, yang mereka ciptakan bersama-sama. Orang-orang yang akan turut memengaruhi teman, ataupun orang disekitarnya untuk turut berpartisipasi dalam apa yang akan mereka lakukan. Orang-orang yang akan turut memengaruhi orang yang disektarnya untuk lebih kreatif, lebih inovatif dan tentunya,

Lebih baik dari tahun saya.

Ah sudahlah, terlalu dramatis sekali diriku.

Sertijab pun dimulai.

Jujur. Ketika Badar dan kawan-kawannya berucapkan “Janji” kepada Bu Ida Sumarsih, MM dan kami (para dimisioner) pun turut menyaksikan.
Saya, merinding. I actually am.

Ngerasa, Alhamdulillah. Kenapa? Jabatan saya selesai. Saya bukan seorang sekretaris I di organisasi tersebut. Saya bebas dari tuntutan, tekanan dari kanan kiri atas bawah. Seneng pokoknya. Akhirnya saya bisa menemukan orang yang akan menggantikan saya di organisasi tersebut. Intinya, seneng.

dan, Jujur. ketika Rizki hormat kepada seluruh anggota MPK MAN 2 Jakarta, saya makin merinding.

Ngerasa, Alhamdulillah tetapi dengan nada gelisah. Kenapa? Jabatan saya selesai. Dan saya, hanya sebagai siswi biasa. Saya kembali menjadi rakyat biasa. Saya kembali menjadi orang yang bisa dibilang, tidak terlalu aktif dalam organisasi. Saya kembali menjadi orang biasa, tidak ikut organisasi kanan, maupun kiri. And for the last time,
I don’t know what to do if I walked out, I don’t know what another activities that I am going to join in or what so ever.

Sedih. Bingung mau ngapain.

Hehe

Udahudah.

Sekarang kita ke art corner yuk!!

So I want to introduce what art corner is.


Art Corner (Pojok Seni) menurut istilah adalah acara internal yang dibuat oleh Angkatan 24 MAN 2 Jakarta dengan dibantunya oleh Pembina seni saat itu ( Imma Nur Faida, S.Pd) yang diadakan setelah sertijab osis MAN 2 Jakarta.

Art Corner (Pojok Seni) menurut gaul-nya adalah acara anak-anak ekskul seni. Ini udah jelas banget ye.
Hehehe.

So, sebenernya

Pencetus acara ini, orang yang kepengen banget ada acara ini, merupakan orang yang hampir saya benci hari ini karena ia tidak hadir untuk acara yang ia damba-dambakan.

Sebut saja, Muhammad Ichsan Widitomo.

Disusul ide lain, ia mengajak Adam Surya Firdaus. Dan tiba-tiba, mereka berdua berbicara dengan saya.

“mut, art corner yuk!”

Dan proses acara ini pun gak seribet proker osis. Percaya atau tidak, panitia nya hanya  kami bertiga. Dan ketika acara ini sudah disetujui oleh Pak Halwanurrofiq, S.Si (Pembina Osis), Bu Dewi Setyawati, S.Pd (Pembina ekskul seni), Bu Ida Sumarsih, MM (Wakil Kepala Bidang Kesiswaan) dan Pak Saepul, S.Pd (Wakil Kepala Bidang Kurikulum), tiba-tiba kedua laki-laki tersebut berkata,

“Lo ketua nya ya!”

“cie jadi ketua acara juga akhirnya!!!”

Hehe. 33q banget memang.

Konsep nya pun biasa banget.

Rundown acara Art Corner hari ini.
anyway, memang,
hanya diberi waktu 60 menit saja 
permintaan dari pak Saepul
dan saya, atas nama
Mutia Novianti
ingin meminta maaf karena kelebihan 15 menit 
dari yang 
seharusnya.
HEHEHEHEHHEHE



Ah I don’t care for what that concept. Jadi

Ceritanya, alat band itu belum di set sama sekali. Dan lo tau, band yang paling ribet diantara semua ekskul seni yang akan ingin ditampilkan. Heft gak sih?
Pacul bilang, “mut lu gimana nih alat belum di set?” well, gue sebenernya juga bingung kenapa belum di set.

Sehabis upacara dan sertijab, Alhamdulillah kami (gue dan adam) dibantu oleh Luwak Sekuad (ah, terlalu panjang jika diceritakan, kalian search saja di google)  dan Alhamdulillah, acara pun segera dimulai.

Maaf untuk Rahadian A. Hafizh dan Deni Arisandi, saya tidak memfoto kalian. But I really enjoy. Terimakasih sudah membantu saya dan adam, ya adikku!!

ternyata, gue fotoin lo berdua, dek. wkwkwk gak keliatan tapi

Mereka berdua, adalah MC untuk art corner kali ini dan boleh dibilang, Art corner yang gue adain kali ini merupakan Art Corner yang ke dua kali nya di adakan di MAN 2 Jakarta.



penampilan pertama
Marching Band


well, Luwak Sekuad.


Penapilan kedua, 
Tari Saman



Abis manggung sis


Penampilan ketiga,
Marawis



Penampilan ke empat,
Beatbox + Shuffle
maaf, tidak terfoto semua, saya terlalu menikmati acara ini
HEHEHE


Penampilan terakhir (nya gado-gado band disekolah),
Gado-Gado Band


Cika dan Eka


me being a keyboardist
(pst, ngga, muka lo plis.)


Hero. Kiri ke kanan
Azzam, EKa, Devin


Nyanyi lagi ya, njo?


kalo sudah passion, pasti menikmati banget,
kaya drummer yang satu ini.


Devin


Eka


Azzam


Alhamdulillah, yang nonton rame



Sama pak Erwan, Guru Kimia, Keyboardist, multi-talented.


Andaikan disini ada dirimu, san.
me with Adam Surya Firdaus.
Alhamdulillah ya dam, Sukses.
Alhamdulillah




-Nickelback - Photograph-


Salam penutup,

Mutia Novianti

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.



Sabtu, 01 November 2014

Keduanya

Arzanda Kemal Irawan

ZONK, selalu begitu. Dimana-mana zonk. Sekolah? Zonk. Kegiatan? Zonk. Cinta? Apalagi. Kayaknya tuh hidup gue penuh dengan kegagalan, ya? terlihatnya. Huft banget. Dari dulu sampe sekarang, gini-gini aja. Gak ada perubahan. Seriously, gue capek. Gue capek dan ini udah di titik paling bawah yang bawahnya kalah sama palung laut di manila (eh? Bener gak sih? Tau ah).

Pagi. Seperti biasa, kerjaan gue gitu-gitu aja. Jam 6 sampe jam 9 olahraga, entah itu jogging, ngegym bareng bokap, atau apalah. Lalu jam 10 sampe jam 12, waktunya kumpul keluarga, well soft of sih sebenernya karena Ayah sama Ibu cuma ada dirumah waktu hari sabtu dan minggu aja. Sebenernya, mereka mau banget pindahan ke tempat yang lebih dekat dengan tempat kerja mereka, Bandung. Cuma karena gue dan abang gue masih sangat imut dan kecil saat itu, mereka memutuskan untuk mem-pendingkan pindahan. Lama-kelamaan, gue sama abang ngerti pekerjaan mereka dan kami berdua menerima keadaan itu then akhirnya, gak jadi pindahan!!. Balik lagi, jam 1 sampe jam 3 atau mungkin aja bisa sampe malem, gue menghabiskan waktu dikamar, atau bersama abang. Tapi biasanya sih, gue lebih mau menghabiskan waktu gue bersama orang ini dibandingkan bersama abang gue, definitely.

“Ibu!!!!! Hari ini masak apa?” tanyaku menghampiri nyokap didapur yang sedang ribet (gatau deh, kayaknya lagi bereksplorasi dengan imajinasinya) bersama pembantu rumah kami, Ina namanya.

“lagi mau buat sarapan sekalian camilan buat nanti kan katanya mau movie marathon lagi. Kamu tolong panggil Ayah sama Erza ya. suruh mandi terus langsung ke meja makan. Kamu juga jangan lupa mandi!”

“siap bu bos!”

Lalu, gue langsung ke taman belakang rumah. Basecamp nya para jagoan-jagoan gue (kecuali si Erzanda, abang gue. #LAH). Tempat ini emang memorial banget deh, dari kecil sampe sekarang, gue suka banget sama taman belakang rumah. Well, Ibu gue seorang Arsitek. And I love every second of my house. Rasanya, gak bisa pindah. Dan ga akan pindah. Even if for a better life. Huh.

“AYAH!!! ABANG!!! DISURUH MANDI SAMA IBU!!! BENTAR LAGI MAU SARAPAN!!!”

Bergegaslah gue, ke kamar ambil handuk dan mandi. BEERRRRR. CCCEEEEBBAAAARRRR CCEEEEEBBUUUUURRRR!!!!!!!!!!!!!!. Begitulah bunyi irama kamar mandi Arzanda Kemal Irawan. Hehehe. But seriously, gue termasuk orang dengan tipe yang suka mandi. Suka bersih-bersih. But it doesn’t mean kalo gue itu cowo kemayu, ya!.

Pagi. Meja Makan Rumah Keluarga Irawan.

Beda. Beda banget malahan. But the dish is still the same. Semuanya sama. Setiap sabtu minggu, di jam yang sama, gue dan keluarga biasanya makan yang serba sayuran dan minumnya juga, Cuma air putih. Sumpah, keluarga gue bukan keluarga vegetarian tetapi karena Ayah seorang dokter jantung and he’s prohibited us to eat something yang banyak lemaknya sehabis olahraga. Katanya sih, percuma olahraga kalo makannya kebanyakan lemak. Padahal, he is a meat lover. Ya biarin aja ya, gue bingung ama keluarga gue sendiri. Ibu, seorang Arsitek terkadang berubah menjadi koki terkenal jika dirumah. Gue sampe bingung, omongannya tuh makanan terus. Gak pernah ngomongin tentang bahan bangunan ketika lagi kumpul keluarga kaya gini. Apalagi Erza, abang kurang ajar yang gue berharap gue merupakan anak satu-satunya dari keluarga ini. Erza merupakan orang yang terlalu banyak berbicara lewat sudut pandang yang banyak. Well, open minded sih. But sometimes he didn’t give a space for me for debate with them (dia itu mau ngalah, Cuma karena keseringan ngomong, begini deh.) ya. kali ini tema-nya adalah perempuan. Mampus gue.

“kalian udah punya pacar belum sih? Ibu lihat, yang kalian obrolin itu Cuma alat-alat gym aja”

“Erza sering gonta-ganti cewe tuh, bu!” gue nyeletuk, lalu kaki gue diinjek sama abang. Balada menjadi adik.

“wuih! Udah punya mantan berapa nih jagoan satu Ayah?” well, sebenernya gue benci banget kalo gue dipanggil “Jagoan dua” dirumah dikarenakan gue sama abang sama-sama dipanggil “Za” atau” Ja”. Huh banget gak sih sob?

“baru 3, yah. Si Arza mah belom ngerasain yang namanya pacaran!”

“yeeee. Ngapain coba pacaran, ribet ngurusin cewe. Gue udah sering liat temen-temen gue stress ngurusin cewe akhirnya mereka pada ngeroko”

“Arza, kamu serius belum pernah pacaran?” ibu bertanya.

“belum bu.”

“tapi dia masih deket sama Ghina, bu. Anaknya Pak Nugraha.”

“iyalah gimana gak deket. Temen sebrojol. Dia malah lebih ngerti gue daripada lo haha”

“kenapa gak sama ghina?” lagi-lagi, ibu melempar pertanyaan yang super wiper bingung harus jawab apa.

“gak ah. Enakan gini bu.”

“jalanin aja, za. Mungkin aja dia juga suka sama kamu. Kamu nya aja nih yang cemen gak mau nunjukin perasaan kamu ke dia?”

“haha bisa aja, dia sudah punya pacar, bu.”

Glek, apa yang barusan gue omongin?

*****
Ghina Alisa Nugraha

Minggu pagi berawan. Ya, terkadang hari libur lebih indah ketika hujan. Disaat semua orang mengeluh di social media atau berbagai tempat, am I the only one who loves this weather. Bentar lagi mau hujan!!! Dan gue bisa menghabiskan waktu di depan laptop untuk menonton film atau menulis cerpen pesanan temen-temen gue atau gue menghabiskan persediaan minuman coklat panas didapur.
Sadis banget, weekend gue.

Papa, the only one man I trust in this house. Orang yang selalu menemani gue selagi weekend. kedua abang gue dan adek gue? Eka Taufik Nugraha, sibuk ngurusin Tesis nya dan katanya sih mau nikah. Abang nomor dua, Indra Resa Nugraha, sibuk persiapin sidang skripsi nya dia yang katanya sih tinggal 3 minggu lagi, semangat bang!. Adek gue, Fahmi Ramdan Nugraha yang baru kelas 8 smp yang katanya sih sibuk belajar buat osn biologi minggu depan.

Gue? I am being ordinary. Nulis apa yang ada di imajinasi gue. Biasanya sih, Papa nemenin disamping gue ketika gue sedang asyik nya ngetik didepan laptop dan beliau asyik dengan Koran dan secangkir atau bahkan 3 sampai 5 cangkir kopi espresso yang dibuat oleh Mama. Mama sih biasanya nemenin gue. More than Papa did pokoknya. Karena, perempuan dirumah ya Cuma gue dan Mama. Dan, Mama adalah seorang Ibu Rumah Tangga. Kemana-mana, sama Mama. Dan juga dibuntuti oleh fahmi, anak rengek itu.

Tapi kali ini, gue gak ditemani sama Papa dan Mama. Mereka lagi di Malaysia, bertemu dengan sanak saudara disana. Jadi, adeknya Papa which is Paman gue, sedang sakit parah dan harus dijenguk. Tadinya sih rencana Papa tuh kami sekeluarga mau kesana sekaligus jalan-jalan karena semakin tua bang Eka dan  Indra, makin susah diajak pergi bareng keluarga. Ditambah, Bang Eka mau nikah. But it’s a good thing, ada perempuan baru dikeluarga kami. Hehehe. Dan kali ini, gue ditemani oleh abang gue yang lahir bathin nya sudah siap nikah tapi belum disetujui oleh Papa karena belum memberikan Ijazah S2 nya, Bang Eka.

“lagi ngapain neng?” ia menghampiriku dengan dua cangkir teh hangat. Yang pastinya, satu dari dua cangkir itu untukku.

“lagi mau buat cerpen lagi nih, bang. Kenapa?”

“gapapa. Cerpenmu bagus-bagus. Lukisan dikamarmu pun bagus-bagus.”

“hehehe makasih ya.” aku memberikan senyum terbaikku untuk abang tergagahku. (maaf ya, bang Indra!hehe)

“kamu masih deket sama Arza?”

Aku terdiam. Suntuk. Lagi-lagi. Nama itu. Aku langsung menutup laptopku dan tidak akan ingin memulai membuat cerita baru.

Aku tidak ingin membuat sesuatu yang berbau tentangnya, lagi. Untuk beberapa saat.

“Alhamdulillah deket lah haha temen satu brojol masa gak deket” jawabku hambar

“kamu suka sama dia, ya?”

“bukan sama dia, aku pacaran sama Mahar, hehe maaf ya gak cerita”

Dan persis sekali pada saat itu, hati terus terus bertanya kepadaku. Lagi-lagi, pertanyaan yang sama.


---Mutia Novianti---